Mantan
terindah…
Sepulang sekolah, aku sangat
bersemangat. Rasanya aku ingin terbang ! Bebas ! entah mengapa, aku sendiri tak
tahu, yang jelas aku merasa nyaman saja.
Di
rumah, aku tetap menyimpan keceriaanku itu. Semua tugasku hari ini dapat ku selesaikan
dengan sangat baik. Sempurna ! selanjutnya, tanpa membuang banyak waktu, aku
segera mandi. Sore ini, aku ingin berkelana dengan motorku. Yeah, ini
menyenangkan !.
Sore
ini, udara cukup bersahabat. Banyak juga yang sibuk sepertiku, mungkin mereka
juga mau membuang penat. Hanya beberapa orang saja yang aku kenal. Kebanyakan
mereka dengan pacarnya, sedang aku sendiri. Kak Rey sedang sibuk sore ini.
Memang dia berniat menemaniku, tapi aku melarangnya, karena dia sibuk.
Karena
keasyikan menghaya,tanpa sadar motorku hampir menambrak motor di depanku.
Untungnya jalan itu sepi, dan tak banyak yang memperhatikan kami.
“Hati-hati
dong bawa motornya..” cowok itu berbalik, dan melepas helmnya. “Kamu tidak papa
kan?” lanjutnya menghampiriku.
“Eh,
iya.. aku gak papa kok ?” kataku sambil melepas kaca helmku..
“Eh,
kamu ! Kamu kenapa, kok ngelamun bawa motornya?” cowok itu, yang tak lain
adalah Hary, tersenyum menatapku.
“Gak,
aku lagi gak konsen aja. Abis darimana kamu?” aku agak canggung menatap
matanya. Aku hanya tertunduk. Aroma farfum yang sangat ku hafal itu memenuhi
tubuhnya.
“Aku
dari rumah temen nih. Eh, kamu sendiri aja? Pacar kamu mana nih..?” dia
tersenyum jahil menatapku.
“Ah
kamu ! Dia sih tadi mau ikut, tapi dia lagi ada kerjaan, jadinya aku sendiri
aja.”
“Eh,
kita duduk di sana yuk, aku mau cerita nih ma kamu. Boleh gak?” dia menunjuk
sebuah bangku taman di dekat penjual es krim.
“Oh,
iya… tapi pacar kamu gak marah kan?”
“Gak,
itu yang mau aku cerita. Tapi Kak Rey gak marah kan? Boleh aku minta nomor
hapenya gak? Aku mau minta ijin dulu sama dia, mau minjem istrinya. Hehe..” dia
kembali tersenyum dan memakai helmnya.
“Gak,
gak perlu. Yaudah, kamu duluan yah..” aku pun mengikutinya.
Hary
menghampiriku dengan 2 es krim coklat kesukaanku di tangannya. Satu buat aku,
pasti ! :D
“Kamu
masih hafal yah es krim kesukaanku.”ku tatap dia tersenyum.
“Jelas
dong. Dulu kan kalo kamu ngambek, paling juga diamnya ama es krim, kalo buka
yah donat.” Hary lalu duduk di sampingku. Ku nikmati es krim di tanganku. Lama,
kami sibuk dengan fikiran sendiri.
“Tysa,
pacar aku sekarang ternyata cuma mainin aku.” Ucapnya tiba-tiba. “aku boleh
curhat kan?” lanjutnya.
“Yah,
kenapa tidak?”
“Ternyata
dia Cuma deketin aku, kerana pacarnya lagi keluar kota, jadi dia butuh
seseorang untuk nganter-nganter dia, beliin ini itu. Pokoknya dia maksa aku
lakuin semuanya.” Dia tertunduk.
“Kamu
lakuin semua?” tanyaku penasaran.
“Yah,
karena aku baru bisa buka hati buat seorang cewek setelah 3 bulan lupain kamu.
Karna itu, aku berusaha numpahin semua sayang aku buat dia, bahkan 2 kali lebih
besar dari kamu. Aku turutin semuanya. Karna aku berharap cukup dia yang
terakhir. Aku gak mau kayak waktu sama kamu dulu, semua berakhir karena
egoisnya aku.” curhatnya.
“Kamu
tau dari mana kalo dia mainin kamu?”
“Dia
yang bilang sendiri. Minggu lalu, dia yang datang ke aku. Dia bilang, dia mau
putus, dia cerita kalo dia Cuma mainin aku. Dia mau lagi balik sama pacarnya,
karna pacarnya udah pulang. Dia juga bilang, gak mungkin beneran suka sama aku,
karena aku masih kecil. Ya, memang dia 3 tahun lebih tua dari aku, dia udah
kuliah, aku masih kelas 2 SMA. Itulah bodohnya aku…” dia tertunduk, seolah ada
sesuatu yang dia cari.
“Gak,
kamu gak bodoh. Itu wajar aja, kalo kamu sayang sama dia, karna takut semua
terulang. Aku ngerti kok. Kamu gak perlu mikirin dia lagi. Coba deh kamu buka
hati kamu, coba hapus dia, janji gak bakal sebodoh itu lagi, dan liat,
banyakkan yang lebih baik dari dia?” ke tatap matanya. Dia sedikit tersenyum.
“Aku
bisa ngelakuin itu, sangat mudah! Tapi, masih ada nama orang lain di hatiku,
gak bisa aku hapus. Itu kebodohan aku, karena melepasmu dulu…” dia menatapku,
dalam. Aku tertunduk. Aku langsung teringat Kak Rey. “Aku boleh nungguin kamu,
? Aku gak minta kamu putus sama dia, tapi aku Cuma mau nyembuhin sakit aku
dulu. Ntar kalo kamu udah gak sama Kak Rey lagi, kamu siap balik sama aku?”
lanjutnya. Ucapannya kali seolah membunuhku.
“Gak,
aku gak bisa lakuin itu. Aku udah janji, aku milih Kak Rey, dan cukup dia. Aku
minta maaf, aku gak bisa.” Ku letakkan es krim itu di bangku taman dan berdiri.
Tiba-tiba seseorang telah berdiri di hadapanku.
“Kamu
gak usah mikirin aku dek. Kalo kamu memang masih mau sama dia, kakak gak papa
kok..” Kak Rey memegang bahuku dan menatapku tersenyum.
“Kakak
apa-apaan sih? Kakak gak ingat janji kita? Aku gak mau kak, aku gak punya rasa
lagi sama Hary, dia Cuma mantan !” Suaraku kini serak.
“dia
mantan, tapi masih ada di hati kamu dek.. Kakak ikhlas kok dek..”
“Gak
! Gak! Kakak ternyata gak serius sama aku, jadi mau lepasin aku gitu aja. Kakak
gak ingat janji kita?” Ku lepas tangannya di bahuku.
“Aku
ingat dek, aku ingat. Tapi kakak gak bakal tega liat kamu Cuma mendam rasa sama
dia. Kalo kamu udah bisa dengan dia dek, kakak akan bahagia, karna kamu
bahagia..” Kak Rey berbalik dan pergi.
“Gak..
ada ada yang boleh pergi. Aku gak sayang Hary. Terserah kakak percaya atau
tidak. Sebelum kakak sendiri yang datang ke sini, aku gak akan pulang. Biar aku
bisa buktiin sama kakak, gak ada yang penting dari kakak.” Ku tutup kedua
mataku dan air mataku jatuh.
“Rey,
kamu gak perlu jadi orang bodoh karna ninggalin Tysa. Cukup aku aja yang bodoh
karna egoku. Aku minta maaf, karna udah ganggu hubungan kalian. Aku janji, demi
Tysa, aku gak bakal deket lagi sama dia, supaya kalian bisa bersatu. Terlalu
bodoh jika aku membiarkan Tysa sakit lagi.” Hary menghampiri Rey dan menepuk
pundaknya. Dia lalu mengambil motornya dan pergi.
Aku
tetap di tempatku, tak bergerak sedikitpu, kecuali untuk memukul semut yang ada
di kaki ku tadi. Kak Rey menghampiriku. Dia diam, hanya berdiri 2 jengkal di
hadapanku.
“Aku
minta maaf dek. Betul kata Hary, terlalu bodoh untuk melepasmu. Kakak sadar,
salah karna udah gak percaya sama kamu. Kamu baik dek, terlalu baik untuk dilepas.
Maafin kakak, karna setiap masalah yang ada diantara kita, selalu hanya karna
kecemburuan kakak. Kamu mau maafin kakak.?” Tanyanya sambil menatapku lembut.
“Asal
kakak mau janji, jangan pernah cemburu berlebihan. Gak boleh ada yang pergi.
Ingat itu kak..” ku acungkan jari kelingkingku kehadapannya. Dia menyambutnya
dengan kelingkin kanannya yang dikaitkan dengan kelingkingku. Inilah simbol setiap
kami mampu menyelesaikan setiap masalah. Kelingking yang gak akan lelah
menyatukan kita.
Ku
lirik seseorang di ujung taman tersenyum menatap kami. Dia, mantanku, mantanku
yang baik. Akan ku kenang dia sebagai
sebuah pelajaran berharga untuk hubunganku dan Kak Rey. Semoga kamu dapat yang
terbaik mantanku. Karna, kamu gak perlu selalu sakit hanya karna cintamu…
[2 February
2011]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar