Minggu, 30 September 2012

CINDERELLA RAMBUT PINK


Resensi novel
Cinderella Rambut Pink
                Novel berjudul Cinderella Rambut Pink merupakan novel bertema Percintaan remaja, yang ditulis oleh Dyan Nuranindya. Novel ini bercerita tentang seorang cowok bernama Oscar, yang berusaha mencari pemilik sepatu kets using yang ada di rumahnya. Pemiliknya tak lain adalah  gadis bernama Dara, gadis berambut pink yang bergaya sangat tomboy, namun cantik. Pertemuan mereka di kota Jogja diawali dengan suatu kejadian unik.
                Saat itu, Dara yang bekerja di pagi hari sebagai penyiar radio dan siang hari hingga malam hari menjadi penjaga toko kaset, mengejar seorang pencopet yang telah mencopet dompet seorang ibu. Tak ada yang mampu mengejar pencopet tersebut, selain Dara. Dara mengeluarkan kemampuannya, hingga dia kelelahan mengejar copet tersebut. Namun dia tak mau menyerah, karena dia sangat ingin menumpas kejahatan. Dan saat dia sudah tak mampu mengejarnya, dia melemparkan sepatu kesayangannya kea rah si pencopet.s Namun naas, sepatu tersebut meleset, mengenai seseorang yang sedang membidik pemandangan yang ada di hadapannya. Wajar saja, si fotograpfer marah tak karuan.
                Ternyata, si fotografer itu adalah Oscar. Dia sempat di”titipkan” di Amerika oleh keluarganya, karena ulahnya yang mencoreng nama baik keluarga Montaimana, keluarga konglomerat yang sangat terkenal. Namun dia di”titipkan” di Amerika sekaligus untuk melanjutkan kuliahnya. Selain itu, sifat Oscar yang berbeda jauh dengan Bima, kakaknya, yang cerdas, berwibawa, dan menjaga nama baik keluarga.
                Sementara itu, si pelempar, yang tak lain bernama Dara, adalah seorang gadis yang memiliki kepribadian yang unik, yang mampu menarik perhatian Oscar. Penampilan cewek berambut panjang ini cukup nyetrik.  Celana belel, kaus, rambut highlight pink, dan permen karet yang setia menemani langkahnya. Sikap Dara yang seperti ini dia miliki sejak kelas 2 SMA, saat kedua orang tuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan. Sejak saat itu, dara membanting tulang untuk membiayai kehidupannya. Awalnya dia tak tinggal di Jogja. Namun setelah diajak oleh Eyang Santoso, seorang kakek yang dikenalnya, yang memiliki sebuah rumah kost, akhirnya Dara menyetujui untuk tinggal di Jogja.
                Dara memiliki seorang pacar yang bernama Ray, yang telah menemaninya selama hampir 2 tahun. Namun tanpa sadar, ternyata Ray adalah seorang playboy. Dan yang mengungkap kebejatan Ray adalah Oscar, yang secara perlahan mendekati Dara. Semua itu Oscar ketahui selama mencari foto-foto yang tepat di Jogja, karena dia tahu, Jogja memiliki objek pesona yang memikat.
                Oscar mengikuti sebuah kontes foto di Jogja, demi membuktikan kepada papahnya bahwa dia juga mampu membangggakan orang tua, selain untuk membanggakan Dara. Selain itu, itu adalah salah satu usahanya agar dia tak kembali ke Amerika. Namun dia tak membawa nama keluarga, karena dia tak ingin dia menang hanya karena nama Montaimana. Tapi tetap saja, saat pengunguman juara, Kakek Oscar dating. Dan walaupun dia hanya menjadi juara Favorite, tapi wajahnyalah yang menjadi icon perlombaan ini di salah satu majalah lokal.
                Dara sangat marah saat menghadiri kontes itu, karena yang dia temukan dari foto-foto yang di pajang Oscar adalah foto  kegiatannya, mulai dari saat dia dijalan, saat dia hendak bekerja, dan yang lainnya. Seolah foto-foto itu menceritakan dirinya secara detail. Namun Dara merasa pengalaman hidupnya ditelanjangi oleh Oscar, seseorang yang baru saja dikenalnya. Rasa bencinya semakin mencuah setelah melihat sebuah foto sepatu, yang tak lain Mr. Dekil. Dan di hadapan foto-foto yang modelnya adalah dara, terletak sebuah kotak yang berisi Mr. Dekil.
Oscar  mengira Dara akan bahagia melihat surprisenya. Namun saying, ternyata Oscar justru mendapatkan amarah. Walau Dara tak mau bertemu dengannya lagi, namun Oscar selalu berusaha untuk meminta maaf pada Dara. Hingga akhirnya dara memafkannya.Dan sejak saat itu, semenjak Ray putus dengan Dara, Oscar semakin gencar mendekati Dara. Dan Dara masih tak sadar. Bima yang awalnya menduga Oscar hendak “merusak” Dara, pun akhirnya setuju saat Dara semakin dekat dengan Oscar, karena dia sudah tahu karakter Dara lebih dahulu daripada Oscar.
                Akhirnya, Oscar pun mengakui keberadaan Mr. Dekil, sepatu Dara yang dulu dilemparkannya untuk seorang pencopet. Walau awalnya marah karena Oscar tak mengatakan hal itu sejak dahulu, namun itu tak memisahkan pertemanan mereka. Dan beberapa saat kemudian, Oscar mengajak Dara untuk bertemu dengan orang tuanya. Awalnya Dara menduga, orang tua Oscar tak menyukainya. Namun dara sangat bersyukur, karena orang tua Oscar menerimanya dengan baik. Dan mereka pun akhirnya melanjutkan hubungan mereka, walaupun harus Long Distance Relationship karena Oscar harus melanjutkan kuliahnya di Amerika.
                Penerbitan buku ini pertama kali dilakukan pada tahun 2010, yang diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama. Novel ini dimasukkan dalam kelompok TeenLit GM. Novel  ini dijual seharga Rp. 29.000 per example. Untuk menghubungi penulis novel ini, silahkan join di www.dyannuranindya.com.  Dan untuk mengetahui keseruan jalan ceritanya, silahkan baca novel Cinderella Rambut Pink.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar