Resensi novel
Cinderella Rambut Pink
Novel
berjudul Cinderella Rambut Pink merupakan novel bertema Percintaan remaja, yang
ditulis oleh Dyan Nuranindya. Novel ini bercerita tentang seorang cowok bernama
Oscar, yang berusaha mencari pemilik sepatu kets using yang ada di rumahnya.
Pemiliknya tak lain adalah gadis bernama
Dara, gadis berambut pink yang bergaya sangat tomboy, namun cantik. Pertemuan
mereka di kota Jogja diawali dengan suatu kejadian unik.
Saat
itu, Dara yang bekerja di pagi hari sebagai penyiar radio dan siang hari hingga
malam hari menjadi penjaga toko kaset, mengejar seorang pencopet yang telah
mencopet dompet seorang ibu. Tak ada yang mampu mengejar pencopet tersebut,
selain Dara. Dara mengeluarkan kemampuannya, hingga dia kelelahan mengejar
copet tersebut. Namun dia tak mau menyerah, karena dia sangat ingin menumpas
kejahatan. Dan saat dia sudah tak mampu mengejarnya, dia melemparkan sepatu
kesayangannya kea rah si pencopet.s Namun naas, sepatu tersebut meleset,
mengenai seseorang yang sedang membidik pemandangan yang ada di hadapannya.
Wajar saja, si fotograpfer marah tak karuan.
Ternyata,
si fotografer itu adalah Oscar. Dia sempat di”titipkan” di Amerika oleh
keluarganya, karena ulahnya yang mencoreng nama baik keluarga Montaimana, keluarga
konglomerat yang sangat terkenal. Namun dia di”titipkan” di Amerika sekaligus
untuk melanjutkan kuliahnya. Selain itu, sifat Oscar yang berbeda jauh dengan
Bima, kakaknya, yang cerdas, berwibawa, dan menjaga nama baik keluarga.
Sementara
itu, si pelempar, yang tak lain bernama Dara, adalah seorang gadis yang
memiliki kepribadian yang unik, yang mampu menarik perhatian Oscar. Penampilan
cewek berambut panjang ini cukup nyetrik. Celana belel, kaus, rambut highlight pink,
dan permen karet yang setia menemani langkahnya. Sikap Dara yang seperti ini
dia miliki sejak kelas 2 SMA, saat kedua orang tuanya meninggal dalam sebuah
kecelakaan. Sejak saat itu, dara membanting tulang untuk membiayai
kehidupannya. Awalnya dia tak tinggal di Jogja. Namun setelah diajak oleh Eyang
Santoso, seorang kakek yang dikenalnya, yang memiliki sebuah rumah kost,
akhirnya Dara menyetujui untuk tinggal di Jogja.
Dara
memiliki seorang pacar yang bernama Ray, yang telah menemaninya selama hampir 2
tahun. Namun tanpa sadar, ternyata Ray adalah seorang playboy. Dan yang
mengungkap kebejatan Ray adalah Oscar, yang secara perlahan mendekati Dara.
Semua itu Oscar ketahui selama mencari foto-foto yang tepat di Jogja, karena
dia tahu, Jogja memiliki objek pesona yang memikat.
Oscar mengikuti
sebuah kontes foto di Jogja, demi membuktikan kepada papahnya bahwa dia juga
mampu membangggakan orang tua, selain untuk membanggakan Dara. Selain itu, itu
adalah salah satu usahanya agar dia tak kembali ke Amerika. Namun dia tak
membawa nama keluarga, karena dia tak ingin dia menang hanya karena nama
Montaimana. Tapi tetap saja, saat pengunguman juara, Kakek Oscar dating. Dan
walaupun dia hanya menjadi juara Favorite, tapi wajahnyalah yang menjadi icon
perlombaan ini di salah satu majalah lokal.
Dara
sangat marah saat menghadiri kontes itu, karena yang dia temukan dari foto-foto
yang di pajang Oscar adalah foto
kegiatannya, mulai dari saat dia dijalan, saat dia hendak bekerja, dan
yang lainnya. Seolah foto-foto itu menceritakan dirinya secara detail. Namun
Dara merasa pengalaman hidupnya ditelanjangi oleh Oscar, seseorang yang baru
saja dikenalnya. Rasa bencinya semakin mencuah setelah melihat sebuah foto
sepatu, yang tak lain Mr. Dekil. Dan di hadapan foto-foto yang modelnya adalah
dara, terletak sebuah kotak yang berisi Mr. Dekil.
Oscar mengira Dara akan bahagia melihat
surprisenya. Namun saying, ternyata Oscar justru mendapatkan amarah. Walau Dara
tak mau bertemu dengannya lagi, namun Oscar selalu berusaha untuk meminta maaf
pada Dara. Hingga akhirnya dara memafkannya.Dan sejak saat itu, semenjak Ray
putus dengan Dara, Oscar semakin gencar mendekati Dara. Dan Dara masih tak
sadar. Bima yang awalnya menduga Oscar hendak “merusak” Dara, pun akhirnya
setuju saat Dara semakin dekat dengan Oscar, karena dia sudah tahu karakter
Dara lebih dahulu daripada Oscar.
Akhirnya,
Oscar pun mengakui keberadaan Mr. Dekil, sepatu Dara yang dulu dilemparkannya
untuk seorang pencopet. Walau awalnya marah karena Oscar tak mengatakan hal itu
sejak dahulu, namun itu tak memisahkan pertemanan mereka. Dan beberapa saat
kemudian, Oscar mengajak Dara untuk bertemu dengan orang tuanya. Awalnya Dara
menduga, orang tua Oscar tak menyukainya. Namun dara sangat bersyukur, karena
orang tua Oscar menerimanya dengan baik. Dan mereka pun akhirnya melanjutkan
hubungan mereka, walaupun harus Long Distance Relationship karena Oscar harus
melanjutkan kuliahnya di Amerika.
Penerbitan
buku ini pertama kali dilakukan pada tahun 2010, yang diterbitkan oleh PT.
Gramedia Pustaka Utama. Novel ini dimasukkan dalam kelompok TeenLit GM.
Novel ini dijual seharga Rp. 29.000 per
example. Untuk menghubungi penulis novel ini, silahkan join di www.dyannuranindya.com. Dan untuk mengetahui keseruan jalan ceritanya,
silahkan baca novel Cinderella Rambut Pink.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar