Senin, 20 Februari 2012

nyontek ??


Eungg-ingg-eungg!!
Kali ini aku (pake bahasa yg sdikit formal nihh critanya :P) akan membahas bbrpa cara nyontek ala ANAK GEHOL yang berhasil terungkap. Jujur, sebenarnya masih banyak cara mereka untuk nyontek, tapi Cuma beberapa aja yang berani aku ungkapin disini. Tapi, tujuan dari pengungkapan kesalahan ini adalah, JANGAN TIRU ADEGAN INI, BERBAHAYA!
                Please, gak boleh ada yang niru gaya nyontek mereka. Aku Cuma ingin para guru diseluruh pelososk dunia tahu gimana hebatnya siswa mereka nyontek! Sehingga, nggak usah terlalu ngandelin yang namanya NILAI ULANGAN.
                Saya tidak mau membuat pelajar terperosok kedalam jurang yang salah, namun saya hanya ingin agar para guru tahu, inilah kebejatan siswanya.
                Caranya yaitu :
1.       Memperluas pertemanan.
Percaya ato nggak, memang pada dasarnya ketika teman banyak kehidupan makin mudah. Nah, hal ini berlaku juga tuh untuk nyontek. Dimana, semakin banyak teman yang kamu miliki di kelas tetangga, terutama jika itu memang sahabatmu, maka semakin besar pula kemungkinan untuk mendapatkan nilai tinggi.
Hubungannya apa?
Gini, ketika mereka memiliki teman di kelas lain, maka terjadilah system barter. Ketika kelas si A yang duluan ulangan maka si B akan mendapatkan contekan soal beserta jawabannya kalo perlu. Nah, begitu pun sebaliknya. Istilahnya, mereka barteran jawaban dan parahnya mereka juga berteraan soal!.
Lihat, betapa salahnya mereka memanfaat persahabatan.

2.       HP tipis.
Cara kedua yg sudah merambah teknologi ialah : menggunakan HP. Hp yang mereka gunakan adalah jenis KOMUNIKATER (Komunikasi dan Senter). Hp tipe ini sangat mudah disembunyikan dibagina mana pun, tak tanggung-tanggung hingga ke bagian pakaian dalam *maaf*. Biasanya, pemanfaatn teknologi ini terjadi ketika ternyata mereka ulangannya bersamaan, seperti saat mereka ujian semester. Oke, memang penggunakan benda ini sangat mudah di tebak, yaitu perhatikan saja ketika seorang siswa dengan pelan sibuk memainkan tangannya di kolong meja.
Sebenarnya, gerak-gerik mereka mudah di baca. Namun sayang, banyak guru yang seolah terkecoh dengan gaya mereka yang pura-pura berfikir.
Saran  yang dapat aku ajukan hanya satu ; ADAKAN PEMERIKSAAN BADAN SEBELUM UJIAN!
Memang, itu sangat rumit dan menyita waktu. Tapi jika itu tidak dilakukan, maka jangan heran ketika siswa-siswa anda tiba-tiba bernilai perfecto !
3.       Menyiksa!
Sumpah, cara ini aku dapatkan infonya dari temanku sendiri (sebut saja N)dari SMA lain nan tetangga. tahun lalu, selama dia sekelas dengan X, Y, Z, A, B, C, dll, dia mengalami tekanan batin, makanya sekarang dia usahakan untuk memberontak!.
Memang, oknum tersebut diatas tidak menggunakan golok atau pisau *emang mau masuk SIDIKnya MNC TV?* Biasanya, ketika ulangan, mereka akan mengatur posisi duduk mereka. Para manusia penyabar dan penerima *seperti si N* hanya bisa pasrah ketika mereka dipaksa memberi jawaban.
Cara mereka meminta jawaban sangat beragam. Mulai dari membisikkan secara halus. Cara ini sudah sering kita lihat di TV.  Ketika si N dan sejenisnya tidak mampu memberi jawaban, maka mulailah cara yang lebih jahat, seperti : Menendang bangkunya, menendang kakinya *khusus jika si oknum penyontek duduk di belakang N*, menatap sinis dengan mata dipelototkan, hingga mengancam. Ancaman yg diberikan beragam, tergantung situasi dan kondisi.
Maka wajarlah ketika N-N lainnya merasa tersiksa.

4.       Mengatur tempat
Seperti telah dijelaskan diatas, posisi duduk sangat menentukan keberhasilan anda. Biasanya, anak yang memiliki pengaruh besar akan memiliki kesempatan yang besar pula untuk mengatur posisi duduk di dalam kelas.
Biasanya, ada 2 prinsip yang mereka harus pilih salah satunya sebelum mereka menentukan tempat duduk :
a.       Seperjuangan.
Khusus bagian ini, mereka akan memilih untuk duduk dekat dengan teman-teman yang menurut memera senasib dengan mereka. Senasin disini bukan berarti hanya sama-sama berotak standar,namun sama-sama bisa menyontek dan menghalalkan menyontek, sehingga mereka dengan mudah bisa saling berbagi.
b.      Kepentingan.
Pada prinsip ini, biasanya hanya khusus bagi oknum penyontek yang keras kepala dan egois. Dia memilih untuk duduk di dekat seseorang yang bisa diandalkan otaknya namun agak penyabar dan pasrah. Sehingga, ketika posisi duduk mereka dekat dengan orang bertipe N, maka dengan mudahnya mereka memaksa untuk meminta jawaban. Namun biasanya, oknum penyontek yang masih memiliki hati, setelah meminta jawaban pada si pemberi jawaban, dia langsung membagikan jawabannya ke sesama CONTEKERZZZ!
                Ketika posisi duduk sudah mereka tentukan, cara menyontek pun semakin gampooooeeng!
5.       Leader.
Cara ini harus mengorbankan 1 orang diantara mereka sesama CONTEKERZ, julukan untuk penyontek. Namun jika mereka sama-sama tidak mau mengalah, maka mereka harus mempengaruhi seseorang untuk bisa dimanfaatkan untuk menjadi peminta jawaban. Si peminta jawaban (leader) akan menjadi peminta jawaban pada si anak-anak sabar *seperti N*, setelah itu Leader yang tak mengetahui bahwa dirinya dimanfaatkan akan memberi jawaban yang didapatkannya ke CONTEKERZ
                System menyontek dengan menggunakan kertas sudah tidak zamannya lagi. Saling berbisik satu sama lain juga sudah tidak zamannya, NDESO itu mah!
                Ini bukan pengalamanku, namun ini sudah nyata. Beberapa sumber yang kudapatkan mengaku pernah mengalami hal ini. mereka tersiksa ketika harus menuruti permintaan CONTEKERZ, namun ketika tak memberi jawaban mereka akan menderita juga *sama aja kalii*
                Oleh karena itu, ku harapkan untuk semua guru di Indonesia, utamakan nilai berbicara saja daripada nilai ulangan tak jelas seperti ini. atau, biarlah ulangan, tapi liat kemampuan siswa anada juga yah ibu bapak guruku sayangg :D

Maaf jika ada yang terseingggung!
Makasihh yah :D

TTM VS HTS


Curhattemangue 01
TTM vs HTS
                Heyy..
                Kali ini gue datang dengan sebuah kisah yang membuat gue TERILHAMI unutk membuat suatu tempat khusus untuk yang udah curhat ke gue.
                Kisah ini dari teman gue, namanya Nini *namanya samaran bangettt*. Gue udah 2 taun kenal baik sama dia, hingga gue tau sifat dia itu kayak gimana.
                Suatu hari yang terik dan mendung *emang bisaaa?*, dia menghampiriku. Ntah ada apa, tiba-tiba dia merangkul tanganku.
Nini        : gue mau cerita sesuatu
Aku        : apppppaaaa? *sambil garuk-garuk jerawat*
Nini        : Hm, bagusan mana, TTM-an ato HTS-an?
Aku        : loh, tumben nanya gitu, ada apa?
Nini        : hmm *mukanya merah meronaaaa*
Aku        : jangan bilang lu ada apa-apa sam si Rono *nama dikaburkan jugaa*?
Nini        : iya, sebenarnya gue mau cerita soal itu. Gini, gue sama Rono awalnya kan emang deket, tapi gak ada rasa. Beberapa hari ini, kita ngerasa cocok aja. Nah, jadinya kita berusaha menyatu. Tapi masalahnya, gue trauma pacaran, takut kalo ortu gue tau, gue bakal putus sekolah. Rono juga gitu, dia alergi dan yaaa lu taulah gimana simpelnya seorang Rono. Nah, gue sama Rono gak tau mau digimanain. Dia gak mau nganggep aku sebatas teman aja, tapi gak bisa juga pacaran. Saran lu gimana?
Aku        : *mengatur wajah yg daritadi bengong*. Kalian mau TTM-an gitu?
Nini        : menurut lu baiknya gimana, HTS-an ato TTM-an. Gue gak ngerti bedanya apa.
Aku        : oke, gue jelasin!
                Ini untuk semua orang yang belum, tau HTS-an dan TTM-an bedanya itu apa.
1.       HTS        : Hubungan Tanpa Status. Hubungan ini dijalani dengan cinta yang setengah hati di tengahnya. Kenapa aku bilang setengah hati? Soalnya, dia mau jalani hubungan sama kita, tapi agak ragu juga. Belum selamanya sih, kita itu diduakan. Tapi, sebagian besar masalah ini dikarenakan karena adanya cewek yang terlalu menaruh harapan lebih pada seorang cowok, sedang cowok itu tidak tau harus berbuat apa. Akhirnya cowok itu menggantungkan harapan, yang kadang ceweknya gak nyadar. Selain itu, bisa juga karena  adanya factor yang lain, seperti “karena dia sahabat kita, dan kita tak mau merusak hubungan persahabatan”. Jeleknya HTS-an yaitu, ketika kita merasa cemburu karena melihat HTS-an kita dengan orang lain, kita tak memiliki kekuatan UUD untuk marah. Mengapa? Karena yang kita jalani hanya semu semata, semuanya palsu! Hubungan yang dijalani kan Cuma Hubungan Tanpa Status, mau dibilang teman, gak juga. Mau dibilang Pacar, lebih-lebih gak mungkin. So, Biasanya kita Cuma bisa gigit bangku saja saat liat dia sama orang lain!
2.       TTM       : Teman Tapi Mesra. Hubungan ini dasarnya hanya sebatas pertemanan saja. Namun, pertemanan itu diasari oleh cinta, sehingga terasa manis. Sebenarnya sih, gak jauh beda sama HTS-an. Namun, status TTM-an itu jauh lebih terhormat dan ada. TTM itukan Teman, tapinya Mesra. Jadi, ketika kita tak suka melihat si dia sama orang lain, kita bisa menegurnya sebagai teman. Ketika kita dekat sama dia, tak perlu takut orang memandang curiga, kan memang teman. Nah, untungnya TTM-an itu, si dia juga tau kalo kita ngasih sinyal ke dia, dan dia biasanya bisa nanggepin. Sehingga, biasanya dari dia kita mendapatkan perlakuan lebih, walaupun hanya sebatas teman. Dan intinya, pacar gak perlu curiga-curiga amet, apalagi kalo memang sudah temanan sejak lama.
Nini        : oh gitu., jadi gue TTM-an aja?
Aku        : Gak tau. Yang mau jalani kan ellu. Gue Cuma ceramah aja :)(:
Nnnnaaah, itulah tadi seputar TTM-an dan HTS-an versi gue. Terserahmau dijadiin rujukan ato nggak, ya :D Yang pasti, ada satu pihak yang mesti untung, satunya lagi pasti rugi -.-