Selasa, 24 Januari 2012

SOP SAUDARA



            Ketika berkunjung ke Kabupaten Pangkep, yang membatasi Kabupaten Barru dan Kabupaten Maros, salah satu makanan khas yang menjadi incaran dan sangat terkenal yaitu SOP SAUDARA. Sop Saudara juga sangat mudah ditemukan di Pangkep, terutama di Jalan Kemakmuran, diantara kedua jembatan dijalur utama Kabupaten Pangkep. Dijalanan ini, dengan mudah akan ditemui penjual Sop Saudara. Salah satu hal yang menandakan keberadaan penjual Sop Saudara tersebut ialah dengan adanya asap yang menggembul di udara, selain dengan tanda pengenal warung yang menjual Sop Saudara.
            Apa hubungan antara Sop Saudara dengan asap yang menggembul ? Ternyata, asap-asap tersebut berasal dari tungku pembakaran ikan. Selain terkenal dengan Sop Saudaranya, Pangkep juga terkenal dengan ikan bolu atau biasa disebut ikan Bandeng. Biasanya, ketika menyantap Sop Saudara akan terasa kurang pas jika tak ditemani dengan ikan bandeng bakar dan nasi panas.
            Sop Saudara tak langsung saja ada dan menjadi makanan khas Pangkep. Ternyata, makanan tersebut melalui proses yang cukup panjang. Awalnya, makanan tersebut hadir hanya karena unsur coba-coba dari pembuat awalnya.
            Pembuat awal Sop Saudara berasal dari Kecamatan Minasate’ne, salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Pangkep. Pembuat awalnya bernama H. Dollahi dan saudaranya. Awalnya, Sop Saudara dibuat sebagai makanan untuk keluarga H. Dollahi yang sedang berkumpul saat itu. Ternyata, makanan tersebut memiliki peminat yang cukup banyak.
            Sop Saudara bukanlah nama awal yang diberikan untuk makanan yang berbahan dasar daging dan kuah berempah tersebut. Pemberian nama SOP SAUDARA ternyata memiliki makna tersendiri. S berarti Saya, O berarti Orang, P berarti Pangkep, dan kata Saudara di belakang SOP sebagai symbol kekeluargaan. Sehingga, SOP Saudara dapat diartikan sebagai, Saya Orang Pangkep Saudara. Susunan kata-kata tersebut sangatlah mencerminkan identitas sebagai orang Pangkep yang memiliki rasa kekeluargaan.
            Karena arti khusus tersebutlah, maka kata SOP tidak mampu diterjemahkan kedalam bahasa asing, termasuk bahasa Inggris, karena hal itu hanya akan merubah arti dari kata tersebut. Itulah sebabnya mengapa Sop Saudara tetap ditulis Sop Saudara, walaupun dalam bahasa asing.
            Keberadaan Sop Saudara sebagai makanaN khas Pangkep ternyata menarik minat banyak orang, baik yang telah mencobanya, maupun yang belum pernah mencicipinya. Rasa khas Sop saudara tak akan mampu ditemukan ditempat lain, berhubung karena rasa aslinya hanya penduduk Pangkep yang tahu, itupun hanya beberapa orang saja, khususnya yang berada di daerah Minasate’ne.
            Saat ini, pemerintah sudah memberikan perhatian khusus terhadap makanan berkuah ini. salah satu berntuk perhatian pemerintah ialah dengan dijadikannya makanan ini sebagai salah satu makanan utama di beberapa hotel besar di ada di Sulawesi Selatan. Bahkan dikabarkan, makanan ini telah go-international.
            Diharapkan kelak, keberadaan makanan ini mampu menjadi salah satu makanan khas daerah Pangkep yang dapat dinikmati oleh banyak orang dengan tetap mempertahankanrasa aslinya.
            Berdasarkan tugas yang pernah saya kerjakan di mata pelajaran PCE (Pangkep Culture Exploration), inilah beberapa bahan dan alat yang diperlukan untuk membuat SOP Saudara. Pada dasarnya, bahan yangdibutuhkan itu sama, namun ada beberapa cara khusus untuk membuat SOP Saudara ini oleh pembuat aslinya.
BAHAN :

«  Rempa
·         Bawang putih                           2biji
·         Lengkuas                                 seiris
·         Serei                                        3 batang
·         Lombok besar                          2 biji
·         Ketumbar                                 1/2 ons
·         Merica                                     1 sendok
·         Pala                                          secukupnya
·         Jintang                                     secukupnya
·         Cengkeh                                  secukupnya
·         Minyak goreng                         secukupnya
·          
«  Tambahan :
·         Kentang                                   ¼ kilogram
·         Daging                                     ¼ kilogram
·         Paru                                         1 ons
·         Bihun                                       secukupnya
·         Bawang prei                             secukupnya
·         Bawang goreng                                    secukupnya
·         Telur                                        3 butir
·         Air                                           3 liter
·         Garam                                      secukupnya
·         Vetsin                                      secukupnya

«  Alat :

·         Mangkok
·         Panci
·         Wajan
·         Sendok
·         Mixer
·         Pisau
·         Tempat air

Cara membuat ::::
  • Rempa :
ü  Semua bahan rempa di campur lalu di haluskan.
ü  Tumislah semua bahan rempa tersebut hingga kering dengan minyak goreng.

  • Kuah :
ü  Panaskan 3 liter air hingga 100 derajat celcius.
ü  Tuangkan rempah kedalam air mendidih, lalu aduk hingga rata.
ü  Tambahkan garam serta vetin secukupnya.
ü  Masukkan 3 butir telur yang telah di kocok dengan sedikit air hingga mengembang.

  • DAGING DAN PARU :
ü  Masaklah daging dan paru di air mendidih hingga matang.
ü  Tiriskan, lalu iris kecil – kecil seperti dadu.

  • TAMBAHAN :
ü  Rebuslah kentang hingga matang.
ü  Tiriskan, lalu kupas kulitnya.
ü  Haluskan kentang yang telah di kupas kulitnya, lalu tambahkan vetsin, garam dan bawang prei secukupnya.
ü  Buatlah kentang tersebut menjadi bulatn – bulatan kecil, lalu goreng hingga matang.
ü  Rebuslah bihun dalam air hingga lunak.

MENGHIDANGKAN :
ü  Masukkan bihun, daging, paru, bawang prei, bawang goreng, dan perkedel kedalam mangkok.
ü  Tuangkan kuah yang telah masak kedalam mangkok.
ü  Lebih nikmat di hidangkan dalam keadaan panas !!

Itulah beberapa hal yang dapat saya sajikan tentang SOP Saudara. Semoga dapat dimanfaatkan dengan baik. Terima kasih !



Tidak ada komentar:

Posting Komentar